HASANAH.ID – BANTEN. Kemenangan tuan rumah Persita Tangerang atas Persija Jakarta terdorong akibat terjadinya kerusuhan antar kedua kelompok supporter.
Kericuhan dalam laga BRI Super League antara Persita Tangerang dan Persija Jakarta terjadi pada Sabtu, 17 Oktober 2026 di Banten International Stadium (BIS), Serang.
Keributan pecah pada jeda waktu turun minum (babak pertama berakhir dengan skor 1-1) dan sempat meluas hingga laga dihentikan sementara.
Sempat terjadi aksi saling lempar suar (flare), pengerahan massa hingga turun ke pinggir lapangan, serta insiden pelemparan yang membuat sebagian suporter membawa benda keras/kayu.
Dampak kejadian tersebut Kick-off babak kedua terpaksa ditunda selama kurang lebih 30 menit.
Kapten Persija Rizky Ridho bersama panitia pelaksana dan pihak kepolisian sempat turun langsung ke lapangan untuk menenangkan massa.
Pertandingan dilanjutkan kembali dan berakhir dengan kemenangan tuan rumah Persita Tangerang dengan skor tipis 3-2 atas Persija Jakarta.
Aparat kepolisian (termasuk pengawalan oleh Polresta Serang Kota) melakukan penebalan pengamanan dan mengawal kepulangan rombongan suporter bus The Jakmania keluar dari area stadion guna menghindari bentrokan susulan.
Kapolresta Serang Kota, Kombes Pol Yudha Satria, mengungkapkan bahwa pihaknya berhasil mengantisipasi dan menengahi bentrokan yang sempat terjadi di area stadion.
“Jadi, perlu kami sampaikan, ya alhamdulillah pertandingan sudah selesai. Tadi memang ada sedikit keributan, kerusuhan, yaitu antara suporter Jakmania dengan suporter dari Persita, tapi bisa kita antisipasi,” ujar Yudha.
Pascapertandingan usai, suasana di dalam stadion sempat diliputi kekhawatiran.
Sejumlah suporter dari kedua kubu terpantau tertahan di area venue karena merasa takut untuk pulang akibat potensi kericuhan susulan di luar stadion.
Untuk mencegah hal yang tidak diinginkan, kepolisian memberlakukan skema pengaturan massa secara bertahap.
Semula, aparat berencana mengeluarkan suporter tuan rumah terlebih dahulu.
Namun, desakan dari pihak The Jakmania yang khawatir akan keselamatan mereka membuat kepolisian mengubah strategi penguraian massa.
“Dari yang awalnya rencananya Persita, tapi kemudian karena memang dari Jakmania tadi mendesak untuk keluar, akhirnya Persija kita keluarkan terlebih dahulu, baru kemudian dari Persita,” jelas Yudha.**
PakarPBN
A Private Blog Network (PBN) is a collection of websites that are controlled by a single individual or organization and used primarily to build backlinks to a “money site” in order to influence its ranking in search engines such as Google. The core idea behind a PBN is based on the importance of backlinks in Google’s ranking algorithm. Since Google views backlinks as signals of authority and trust, some website owners attempt to artificially create these signals through a controlled network of sites.
In a typical PBN setup, the owner acquires expired or aged domains that already have existing authority, backlinks, and history. These domains are rebuilt with new content and hosted separately, often using different IP addresses, hosting providers, themes, and ownership details to make them appear unrelated. Within the content published on these sites, links are strategically placed that point to the main website the owner wants to rank higher. By doing this, the owner attempts to pass link equity (also known as “link juice”) from the PBN sites to the target website.
The purpose of a PBN is to give the impression that the target website is naturally earning links from multiple independent sources. If done effectively, this can temporarily improve keyword rankings, increase organic visibility, and drive more traffic from search results.